“New Year is new trend”. Tahun 2021 telah dimulai, beberapa tren baru muncul selama perjalanan tahun 2020 dan masih menjadi tren juga di tahun 2021. Ada salah satu tren yang telah banyak diadopsi oleh sebagian besar perusahaan dan menjadi gaya kerja baru sejak pandemi mulai menyasar hampir di seluruh belahan dunia.

Sudah lebih dari 10 bulan lamanya pandemi hadir di antara kita, masyarakat diminta untuk berdiam dan beraktivitas dari tempat tinggalnya masing-masing, termasuk dalam hal bekerja. Tujuannya adalah untuk menekan angka penyebaran dan penularan virus COVID-19. Hal inilah yang mendasari munculnya sebuah tren gaya kerja yaitu remote working, atau yang juga dikenal sebagai telecommuting atau kerja fleksibel atau bekerja dari tempat tinggal masing-masing.

Bekerja secara remote semakin menjadi tren, bahkan banyak startup dan perusahaan yang telah mengadopsi budaya kerja ini untuk para pekerjanya. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Reuters New York, riset menunjukkan bahwa sebanyak 34 persen orang di Indonesia sudah bekerja secara remote. Meski tren ini mulai jamak dilakukan, namun bagi masyarakat yang masih bekerja pada umumnya alias di kantor, konsep bekerja dari tempat tinggal masih terasa asing dilakukan.

Konsep bekerja secara remote ini menuntut masyarakat berusaha untuk beradaptasi dan mengakali diri agar mereka bisa bekerja secara produktif dan efektif. Bagi para pekerja, kerja remote boleh dibilang sebagai berkah sekaligus tantangan. Akan menjadi berkah ketika dapat bekerja secara produktif, tanpa harus repot berdandan, menghabiskan waktu di jalan, ataupun mengeluarkan uang untuk makan. Namun, kerja remote malah akan menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang tidak pintar mengelola waktu, sehingga kebablasan bekerja tanpa mengenal waktu alias lembur.

Lalu, bagaimana cara agar remote work tetap bisa berjalan secara produktif dan efektif? Berikut, empat tips yang bisa HR terapkan untuk membangun tren remote work yang sukses dan menyenangkan bagi perusahaan, juga pekerja:

1. Berikan kepercayaan penuh kepada pekerja

Sukses tidaknya remote work yang diadopsi oleh suatu perusahaan bergantung pada seberapa besar kepercayaan yang diberikan oleh HR atau manajemen kepada para pekerjanya. Walaupun HR dan manajemen tidak dapat melihat dan mengontrol pekerja secara langsung, namun memberikan kepercayaan kepada pekerja justru akan meningkatkan rasa tanggung jawab mereka terhadap pekerjaannya. Dalam survei yang dilakukan oleh Gartner Inc, sebanyak 76 persen HR khawatir terhadap menurunnya produktivitas dan engagement pekerja ketika bekerja secara remote, apalagi HR tidak dapat mengontrol secara langsung kinerja mereka di tempatnya masing-masing.

Untuk mengurangi rasa kekhawatiran dan fokus pada peningkatan produktivitas SDM, penting untuk memberikan kepercayaan penuh kepada para pekerja agar pekerjaan mereka dapat tetap produktif dan efektif. Bekerja secara remote dapat mengindarkan pekerja dari interupsi-interupsi yang tidak penting seperti yang terjadi di kantor pada umumnya. Pekerja pun bisa mengalokasikan waktunya untuk bekerja secara baik dan meningkatkan produktivitas mereka.

2. Lakukan komunikasi secara sering dan terbuka

Remote work berhasil mentransformasikan gaya komunikasi antara perusahaan dan pekerja dari sebelumnya offline menjadi online. Sebagian besar dari mereka kini mengandalkan komunikasi berbasis online seperti melalui zoom, google meet atau platform komunikasi lainnya. Namun beberapa dari mereka terkadang merasa sulit mendapatkan informasi tentang perusahaan karena tidak semuanya bisa merespon secara cepat saat berkomunikasi secara online. Selain itu, terkadang informasi yang diberikan tidak lengkap, sehingga remote work juga berisiko meningkatkan kemungkinan misinformasi antara pekerja dan manajemen perusahaan.

Pentingnya keterbukaan dan rutinitas penyampaian informasi antara manajemen HR dan pekerja, karena hal ini akan memberi dampak besar bagi kelangsungan perusahaan. Jika HR dan manajemen tidak memberikan informasi secara terbuka, maka risiko misinformasi akan tinggi karena informasi yang diperoleh pekerja tidak bersumber langsung dari perusahaan, melainkan melalui media sosial atau situs pencari. Oleh karena itu, pentingnya membangun komunikasi dua arah antara manajemen, HR, dan pekerja, dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan pekerja kepada perusahaan dan menyukseskan program remote working.

3. Berikan batas waktu kerja

Bekerja secara remote terkadang berdampak pada tidak terbatasnya waktu kerja seperti di kantor. Sering kali, remote work tidak mengusung konsep lembur, padahal jam kerja sudah lewat bagi pekerja. Bahkan pekerja sering dihadapkan pada meeting berkelanjutan hingga malam hari melalui video conference yang berdampak pada kelelahan kerja. Sehingga tak jarang pekerja merasa stres dan burnout.

Pentingnya menerapkan batasan waktu kerja agar meminimalisir menurunnya tingkat produktivitas kerja agar pekerja tidak mudah stres dan burnout alias kelelahan. HR bisa membantu pekerja dengan cara membuat regulasi khusus mengenai ketetapan jam kerja, melakukan regular check-in serta rutin menanyakan kabar pekerja termasuk feedback mereka terhadap pekerjaan yang mereka lakukan. Jika metode ini dilakukan, maka HR akan memiliki catatan serta dapat mengevaluasi program remote work yang diterapkan oleh perusahaan.

4. Terapkan dan gencarkan penggunaan teknologi

Penggunaan teknologi sudah menjadi kebutuhan utama saat bekerja secara remote. Namun, beberapa pekerja masih belum lazim terhadap penggunaan teknologi untuk melengkapi aktivitas pekerjaan mereka. Pentingnya memberikan sosialisasi dan pengetahuan mengenai cara pemakaian teknologi yang dapat mendukung mereka untuk tetap produktif dan efektif selama remote working. Perusahaan bisa memaksimalkan penggunaan teknologi seperti Google Drive, email, serta media sosial internal untuk membantu pekerja dalam produktivitas dan efektivitas selama remote working berlangsung.

Di samping itu, untuk melengkapi kebutuhan penggunaan teknologi dalam mengelola tunjangan serta memfasilitasi akses informasi benefit untuk seluruh pekerja, perusahaan bisa menggunakan platform Aman sebagai solusi kemudahan dalam pengelolaannya. Aman merupakan platform teknologi asuransi yang digunakan untuk menyederhanakan proses pengelolaan asuransi kesehatan agar lebih efisien bagi perusahaan dan para pekerja, mulai dari pendaftaran, pengelolaan benefit serta proses pengajuan klaim. Melalui Aman, seluruh proses asuransi kesehatan para pekerja di perusahaan Anda akan mudah dikelola dan diukur dengan baik secara real time. Selain itu, para pekerja bisa mengakses manfaat asuransi kesehatan kapan dan di mana saja selama 24 jam dalam satu platform aplikasi aman. Perusahaan bisa menikmati kelebihan dan keunggulan yang diberikan oleh Aman yaitu harga terjangkau, keamanan tinggi, dan mudah digunakan.

Keamanan adalah prioritas, bukan opsi.
Kami akan memastikan Anda berada di tangan yang baik.

Mulai Sekarang