Penyebab turnover karyawan sebaiknya dapat dideteksi terlebih dahulu oleh setiap perusahaan atau instansi. Jika terjadi turnover yang cukup tinggi, tentunya hal ini juga akan mempengaruhi kinerja karyawan dan keberlangsungan suatu perusahaan atau instansi tersebut.

 

Apa Itu Turnover Karyawan?

Turnover karyawan adalah tingkat perputaran karyawan yang digambarkan dengan persentase karyawan yang berhenti bekerja di suatu perusahaan dalam satu periode tertentu. Semakin tinggi turnover, berarti semakin banyak karyawan yang keluar dari perusahaan.

Turnover karyawan sangatlah wajar terjadi dalam suatu perusahaan. Bahkan cenderung menguntungkan jika masih dilakukan dalam periode sewajarnya. Namun, jika perusahaan terlalu sering berganti karyawan, justru malah akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan tersebut.

 

Penyebab Turnover Karyawan

Faktor yang melatarbelakangi terjadinya turnover karyawan sangatlah beragam. Mulai dari faktor individu, organisasi dan faktor geografis.

 

Faktor Individu

 

1. Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja suatu karyawan sangat mempengaruhi kinerja karyawan. Apakah suatu perusahaan memenuhi kebutuhan work life balance suatu karyawan atau tidak merupakan faktor penentu seberapa besar tingkat kepuasan karyawan.

 

2. Beban Kerja yang Terlalu Berat

Seringkali para karyawan dihadapkan dengan beban pekerjaan yang terlalu berat. Hal itu sangat memungkinkan para karyawan menjadi cepat lelah bahkan, bisa sampai jatuh sakit juga.

 

3. Ingin Mencari Pengalaman Baru

Jika sudah terlalu lama bekerja dalam suatu perusahaan, biasanya karyawan akan jenuh dan merasa bosan. Mereka kemudian memiliki keinginan untuk mencoba pengalaman kerja baru di perusahaan lain. 

Hal ini bisa juga dilakukan karena para karyawan ini lebih menggali dan mengembangkan potensi yang mereka miliki. Sehingga, mereka tidak stuck di zona aman mereka saja.

 

4. Mentalitas Karyawan

Mentalitas karyawan yang buruk akan sangat mempengaruhi lingkungan perusahaan. Misalnya saja jika suatu perusahaan memiliki bos atau atasan yang mudah marah dan temperamental, tentu hal tersebut akan berdampak bagi kesehatan mental para bawahannya.

Jika mentalitas karyawan sudah terganggu, kinerja serta produktivitasnya akan sangat terganggu dan mengalami penurunan. Hal ini tentu sangat harus dihindari.

 

Faktor Organisasi

 

1. Tidak Adanya Program Engagement Karyawan

Program engagement karyawan digunakan untuk menggambarkan suatu kondisi, sikap, perilaku positif karyawan terhadap pekerjaan yang diindikasikan dengan semangat, dedikasi, dan kesenangan dalam mencapai tujuan perusahaan.

 

2. Sistem Kerja yang Obsolete (Kuno atau Usang)

Di era yang sudah serba canggih alias digital saat ini, masih banyak lho perusahaan yang menggunakan sistem yang usang. Padahal, seharusnya perusahaan bisa beradaptasi seiring dengan perkembangan teknologi.

 

3. Transparansi

Perusahaan yang tidak transparan baik itu dalam hal pekerjaan hingga gaji karyawan akan menimbulkan banyak kecurigaan sehingga tidak adanya rasa saling percaya, baik itu antara karyawan dengan perusahaan, maupun antar karyawan itu sendiri.

 

4. Sistem Kerja yang Represif dan Tidak Memperhatikan Kebutuhan Karyawan

Tidak akan ada yang senang apabila bekerja dibawah tekanan, apalagi jika kebutuhannya tidak dipenuhi oleh perusahaan. Masih banyak perusahaan yang mengabaikan perihal tunjangan ataupun program-program yang bertujuan untuk kesejahteraan karyawan, seperti asuransi.

 

5. Sistem Gaji yang Tidak Jelas

Sistem gaji yang tidak jelas akan membuat karyawan malas untuk bekerja. Bagaimanapun juga, karyawan berhak mendapatkan gaji sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan di awal.

 

Faktor Geografis

Faktor geografis sendiri biasanya dipengaruhi oleh jarak tempuh karyawan dari tempat tinggalnya menuju kantor. Jarak yang terlalu jauh pastinya akan membuat tenaga karyawan tersita dan biaya yang dikeluarkan untuk transportasi menjadi lebih besar.

Jika biaya yang dikeluarkan untuk transportasi lebih besar dibanding gaji yang mereka terima setiap bulan, pastinya karyawan akan berpikir ulang untuk melanjutkan pekerjaannya. Melanjutkan pekerjaan di tempat tersebut hanya akan membawa kerugian bagi karyawan.

 

Minimalisir Turnover dan Berikan Kesejahteraan Bagi Karyawan!

Setelah mengetahui penyebabnya, kamu tentu bisa menentukan kompensasi atau cara apa yang tepat untuk menghadapi permasalah tersebut. Salah satu caranya adalah dengan memberikan  tunjangan bagi kesejahteraan karyawan. 

Aman hadir untuk membantu kamu memberikan solusi untuk memberikan program penyejahteraan karyawan, salah satunya melalui program asuransi kesehatan karyawan. Tunggu apalagi? Ayo, hubungi Aman dan daftarkan karyawanmu sekarang!

Keamanan adalah prioritas, bukan opsi.
Kami akan memastikan Anda berada di tangan yang baik.

Mulai Sekarang