Asuransi kesehatan merupakan salah satu produk keuangan yang sudah cukup akrab di telinga masyarakat Indonesia. Pada 2018 saja, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat dari 262 juta penduduk Indonesia, sebanyak 208 juta di antaranya atau setara 79,4% sudah terlindungi oleh asuransi kesehatan.

Asuransi adalah layanan di sektor jasa keuangan dengan tujuan pengambilalihan risiko oleh perusahaan asuransi (penanggung) dari nasabah (tertanggung). Risiko yang mengakibatkan kerugian finansial tersebut ditutup dengan menggunakan kumpulan premi yang dibayarkan nasabah.

 

Bagaimana Cara Kerja Asuransi Kesehatan?

Secara sederhana, cara kerja asuransi kesehatan digambarkan dalam rantai kerja perusahaan asuransi yang dimulai dari menciptakan produk asuransi. Pada umumnya, produk asuransi yang diciptakan bergantung pada kondisi terkini atau terdahulu.

Untuk memperbarui manfaat yang ditawarkan lewat produk baru, perusahaan asuransi seringkali melakukan sejumlah pengumpulan pendapat dan mendengarkan kebutuhan para pelanggan.

Pengumpulan pendapat dilakukan untuk mengetahui harapan dari produk asuransi yang diinginkan. Apabila dirasa ada yang harus diperbarui, perusahaan asuransi akan memperbarui produknya.

 

Cara Kerja Asuransi Secara Umum

 

1. Menawarkan Produk-Produk Asuransi yang Sesuai dengan Kebutuhan

Jalur distribusi perusahaan asuransi beragam. Perusahaan asuransi umumnya menawarkan jenis-jenis asuransi yang dimilikinya dengan mengandalkan agen asuransi, telemarketing, bancassurance, hingga broker asuransi.

Perusahaan asuransi akan menawarkan sekaligus mengenalkan jenis-jenis asuransi kepada nasabahnya sesuai dengan kebutuhan. Agar tidak ditolak calon nasabah saat sedang menawarkan produk, perusahaan asuransi idealnya mengenali terlebih dahulu nasabah yang disasar.

 

2. Membuat Perjanjian Polis Asuransi

Apabila calon nasabah tertarik dan telah memahami produk asuransi yang ditawarkan, perusahaan asuransi akan memberikan formulir pengajuan asuransi sebagai syarat pembuatan perjanjian polis asuransi.

Nasabah asuransi merupakan pihak pemilik polis (sekaligus tertanggung atau penerima manfaat) dan perusahaan asuransi berperan sebagai pihak penanggung (pemberi manfaat asuransi).

Singkatnya, polis asuransi adalah kontrak antara penanggung dan tertanggung yang mana menentukan klaim yang harus dibayar oleh penanggung kepada tertanggung secara hukum.

Isi dari perjanjian polis asuransi adalah kewajiban penanggung membayar ganti rugi finansial atau manfaat asuransi dengan prasyarat tertanggung telah membayar premi.

Apabila Anda masih kesulitan untuk memahami seluruh isi polis asuransi, minimal empat poin polis asuransi di bawah ini bisa dipahami dengan baik.

 

a. Data Polis

Berisikan nama pemegang polis, nama tertanggung atau penerima manfaat atau ahli waris, jumlah premi, hingga jumlah pertanggungan. Data polis merupakan informasi dasar.

 

b. Manfaat Asuransi

Mencantumkan manfaat perlindungan yang diterima apabila terjadi risiko. Kalau jenis asuransi sekaligus memberi manfaat investasi, terdapat manfaat investasi yang diperoleh saat meninggal. Apabila kita ingin menambahkan manfaat atau rider ke dalam jenis asuransi, polis asuransi akan merinci tambahan risiko yang ditanggung.

 

c. Pengecualian

Hal ini penting untuk diketahui agar nasabah asuransi benar-benar mengetahui dan memahami apa saja yang tidak termasuk pertanggungan risiko dalam polis asuransi. Misalnya, kondisi, penyakit, dan penyebab meninggal dunia yang tidak ditanggung.

 

d. Pengajuan Klaim

Dalam polis asuransi akan tertulis prosedur pengajuan klaim, termasuk dengan syarat yang harus dicantumkan. Penting bagi Anda untuk memperhatikan batas waktu pengajuan klaim dalam polis asuransi tersebut.

 

3. Membayar Premi Asuransi

Membayar premi asuransi merupakan kewajiban setiap pemegang polis. Hal ini agar pemegang polis dapat menerima manfaat asuransi sesuai dengan kesepakatan awal antara pemegang polis dan perusahaan penyedia jasa asuransi.

Jadwal pembayaran premi juga akan ditentukan perusahaan asuransi. Besaran premi yang ditetapkan perusahaan asuransi juga didasari oleh beberapa faktor, yaitu:

  • Usia
  • Manfaat asuransi yang diperoleh
  • Cakupan pertanggungan
  • Tambahan manfaat (jika ada permintaan dari nasabah)
  • Pre-existing condition pemegang polis
  • Lifestyle
  • Lingkungan kerja
  • Hobi

 

4. Menerima dan Mencairkan Klaim Asuransi

Sebelum menerima klaim asuransi Anda terlebih dahulu harus memenuhi syarat untuk melakukan klaim. Salah satu syarat utama untuk mengajukan klaim adalah masa aktif premi. Anda tidak dapat melakukan klaim apabila premi Anda dalam keadaan tidak aktif.

Biasanya, dalam proses klaim asuransi dari nasabah, perusahaan asuransi akan melakukan pemeriksaan atas peristiwa yang terjadi.

Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah administrasi tertanggung telah dilengkapi. Pemeriksaan atas peristiwa yang terjadi biasanya dilakukan dengan cara melakukan verifikasi ke pihak berwajib, instansi terkait semisal rumah sakit, keluarga, hingga kerabat sekitar.

Hal itu dilakukan demi memastikan manfaat yang diterima tepat sasaran. Tertanggung yang mengajukan klaim akan mendapatkan dua jawaban, yakni klaim disetujui atau klaim ditolak.

 

Ayo, Daftarkan Perusahaan Segera!

Untuk Anda yang masih bingung, hubungi Aman sekarang juga! Kenapa harus  Aman? Meningkatkan bisnis, pembelian mudah, administrasi tunjangan mudah, engagement karyawan lebih tinggi dan berbagai keuntungan lainnya bisa Anda dapatkan!

Anda juga bisa download aplikasinya di Google Play dan App Store. PT. Insurtech Technologies Indonesia juga sudah terdaftar resmi di Kemkominfo, jadi kamu tidak perlu khawatir atau ragu lagi ya!

Baca juga manfaat asuransi kesehatan dan cara membuat asuransi kesehatan untuk menambah pemahamanmu mengenai asuransi kesehatan. Tak hanya itu, masih banyak artikel informatif lainnya yang bisa kamu temukan di Aman Blog, lho!

Keamanan adalah prioritas, bukan opsi.
Kami akan memastikan Anda berada di tangan yang baik.

Mulai Sekarang