Bekerja di suatu bidang tertentu harus diimbangi dengan hasil yang maksimal, baik dari segi input maupun output. Input berasal dari latar belakang pendidikan dengan output berupa hasil kerja yang diperoleh. Salah satu yang menunjang hasil kerja, yaitu benefit karyawan yang diberikan oleh perusahaan kepada setiap pegawai. Yuk intip cara menyusun serta jenis jenisnya di sini!

Tujuan Memberikan Benefit untuk Karyawan Perusahaan

Memberikan benefit untuk pegawai memang mendatangkan beragam keuntungan, bagi dari segi karyawan maupun perusahaan. Dari pihak karyawan, tentu akan menciptakan rasa puas serta meningkatkan loyalitas terhadap perusahaan. Hal ini diimbangi dengan hasil kinerja yang terus meningkat serta rasa puas dari berbagai pihak.

Hasil kinerja yang baik ini juga disebabkan oleh produktivitas yang terus terdorong karena benefit yang diberikan cukup memuaskan. Implikasinya banyak karyawan bermutu yang bekerja sesuai dengan porsi dan kemampuannya. Hal ini tentu mendatangkan dampak yang sangat baik untuk kelangsungan perusahaan dan membuatnya meraih keuntungan yang melimpah.

Selain mendapatkan keuntungan melimpah, perusahaan juga dapat mempertahankan para pegawai yang berkualitas. Pegawai yang merasa puas akan tetap bertahan di kantor tersebut, sehingga benefit karyawan mendatangkan banyak keuntungan untuk perusahaan. Hal ini membuat perusahaan dapat mengurangi intensitas pergantian karyawan atau yang disebut turnover.

Hal yang tak boleh dilupakan, yaitu memperhatikan beberapa aspek penting sebelum memberikan benefit kepada karyawan. Pertama, tentu dari segi finansial perusahaan yang harus tetap dijaga agar kelangsungannya tetap stabil. Kedua, program yang diberikan baik serta rasional agar dapat mempertahankan karyawan dengan biaya sesuai porsinya.

Cara Menyusun Benefit untuk Karyawan Suatu Perusahaan

Cara untuk menyusun program benefit pegawai ini dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pertama, mengidentifikasi dan mempelajari jabatan yang ada di dalam perusahaan. Setiap perusahaan memiliki beberapa tingkatan jabatan dengan wewenang dan tugas masing masing. Hal ini harus diidentifikasi apakah sudah sesuai dengan hasil yang diinginkan atau belum.

Setiap jabatan memiliki titik berat yang berbeda beda, dengan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan dengan baik. Hal ini menuntut setiap pegawai untuk melakukan wewenangnya dengan baik dan terstruktur. Oleh sebab itu, tak mudah bagi setiap orang untuk naik jabatan karena wewenang yang menantinya tentu jadi lebih berat.

Benefit karyawan ditentukan dengan cara kedua, yaitu melakukan internal equity dengan cara penilaian jabatan. Poin satu ini mencangkup input seorang pegawai dan output yang diperoleh harus seimbang. Input yang dimaksud meliputi pendidikan, skill, usaha, dan waktu kerja yang diberikan oleh perusahaan harus selaras dengan tanggung jawabnya.

Selain itu, anda juga harus memperhatikan output yang dihasilkan karena mencangkup hasil kerja, gaji, tunjangan, serta imbalan yang diberikan. Hal ini harus diperhatikan agar hasil yang diperoleh oleh karyawan seimbang. Input dan output yang diperoleh oleh setiap pegawai harus seimbang, agar timbul rasa puas dan loyal terhadap perusahaan.

Cara ketiga yang bisa dilakukan, yaitu menentukan external equity dengan cara survei. External equity ini meliputi besarnya gaji yang diterima oleh seorang karyawan harus sesuai dengan pasar tenaga kerja yang serupa. Anda perlu memperhatikan beberapa aspek agar dapat menentukan gaji sesuai dengan pasar tenaga kerja di tempat bekerja.

Terdapat dua aspek untuk menentukan benefit karyawan, yaitu pegawai yang dibandingkan harus sama atau serupa. Hal ini mengacu pada posisi atau jabatan yang disandang agar penentuan gajinya bisa disamakan. Dengan jabatan yang sama, maka setidaknya memiliki tanggung jawab, wewenang, dan hak pegawai yang hampir sama.

Aspek kedua di dalam penentuan external equity, yaitu organisasi yang dibandingkan harus sama. Kesamaan organisasi ini antara lain bidang, sektor atau divisi, misi, dan ukuran perusahaan. Hal ini harus diperhatikan agar penentuan gaji yang diperoleh oleh setiap pegawai tidak jomplang, sehingga tidak timbul kecemburuan sosial kepada pegawai lain.

Cara penentuan benefit untuk pegawai yang terakhir, yaitu mempertemukan internal equity dan external equity melalui pricing jobs. Sebagai pemilik perusahaan, anda tentu harus sudah memahami kapasitas setiap pegawai dan hasil kerja yang diperoleh. Setelah itu, hasil tersebut dapat dipertemukan dengan penentuan gaji yang seimbang dengan posisi yang disandangnya.

Jenis Jenis Benefit yang Diterima Karyawan

Terdapat beberapa jenis benefit yang diberikan oleh perusahaan untuk para karyawan agar produktivitasnya meningkat. Pertama diberikan jaminan keamanan kerja yang meliputi dua hal, yaitu jaminan pendapatan dan jaminan pensiun. Keduanya menjadi kebutuhan setiap pegawai agar merasa aman selama bekerja di perusahaan terkait.

Benefit kedua yang diberikan kepada pegawai, yaitu waktu yang terdiri atas beberapa jenis. Anda mendapatkan waktu istirahat bekerja selama 1 jam untuk melakukan berbagai aktivitas lain, seperti makan siang atau ibadah. Benefit satu ini masih ditambah dengan izin sakit, liburan, cuti atau izin khusus agar dapat mengambil jeda dari padatnya rutinitas.

Setiap pegawai juga berhak mendapat tunjangan yang diberikan secara langsung atau tidak langsung. Jumlah yang diberikan bergantung perusahaan dan benefit karyawan ini juga mencangkup keluarga pegawai tersebut. Terdapat tunjangan jabatan, umum, keluarga, hari raya, transportasi, makan siang, dan lain lain yang tidak tercantum dalam besaran gaji pokok.

Setiap perusahaan perlu memperhatikan benefit yang diterima oleh pegawai agar kinerja yang dihasilkan semakin meningkat. Hal ini bisa diberikan secara langsung atau tidak dengan jumlah yang fleksibel. Selain itu, anda juga harus mempertimbangkan besaran benefit sesuai dengan internal equity dan external equity agar jumlah yang diterima oleh pegawai selaras dengan pasar tenaga kerja.

Keamanan adalah prioritas, bukan opsi.
Kami akan memastikan Anda berada di tangan yang baik.

Mulai Sekarang